Wednesday, June 23, 2010

Ketika Saya Kesal & Tuhan Menoyor Saya

Selamat Pagi! (atau selamat siang untuk sebagian orang yang sudah terbangun sejak jam 5 pagi)

Pagi tadi saat saya memundurkan mobil saya dari garasi rumah, tepat saat posisinya menyilang di tengah-tengah jalan kakak saya berteriak sebuah teriakan yang merenyuhkan hati. Katanya: "Rub, ban belakangnya tuh bocor!." (renyuh pertama). Seakan-akan belum cukup hati saya diombang-ambing di pagi yang seharusnya ceria dia melanjutkan: "Bocornya PARAH BANGET tuh!". Seakan-akan kata 'parah' belum cukup negatif sampai harus ditambahkan kata 'banget'. (renyuh kedua).

Dengan wajah bercaci-caci, mulut menggampar pintu, tangan menyumpah serapah. Anda pasti bertanya "Ya ampun Rubyy, lebay banget cuma ganti ban aja pake erosi". TUNGGU! Sebelum anda judge coba berhenti dulu. This is my defense, semua dimulai di hari Minggu kemarin yang diakhiri dengan kanvas rem yang aus dan pastinya harus saya ganti. TIDAAAAAAAAKK (suara raungan dompet yang sudah tipis dan terpaksa harus memakai credit card). Akhirnya yah sebagai model lelaki yang dewasa, saya bertanggung-jawab atas semua konsekuensi tindakan saya.

Senin pagi, saya yang seharusnya datang tepat waktu ke kantor (8.30 -red) harus terlambat karena mengantar sang mobil ke bengkel terdekat dan ternyata mobil harus ditinggal sampai sore. Dan saya pun harus memanggil taksi. Dan saya harus menunggu 20 menit untuk taksi itu. Dan setelah di taksi ternyata tol harus macet karena ada kecelakan di kilometer sekian-sekian. Dan dan dan dan (saya tahu saya tidak seharusnya menggunakan dan untuk awal kalimat, tapi yah, WTF) dan dan dan harus membayar ekstra untuk taksi. Dan baru tahu naik taksi dari Pluit ke Kemayoran itu 80 ribu, yaiks isi bensin bisa tahan tiga harii keliling kota. Dan ketika pulang sorenya dan menjemput si mobil terlihatlah tagihan yang bisa mendapatkan saya sebuah HP Samsung Corby (yang bergambar duo Dian Sastro dan Soe Hok Gie itu loh) plus sebuah HP Esia mini (yang garansi setahun tapi biasanya 6 bulan sudah error tapi gengsi dan malas ganti).

Selasa, terjadi kembali hal yang kurang-lebih-kurang sama. Keluar dari rumah sungguh tepat pada waktu namun kembali sampai di kantor terlambat. YES! Karena apa? Another traffic jam karena truk mogok.

Dan Rabu which is today, that thing above happened. Oh iya saya belum bilang kalau saya harus ganti ban dll, dengan keadaan yang sedang sakit pinggang a.k.a HNP. ><

So, dalam perjalanan ke kantor saya bertanya pada Tuhan: "Kenapa sih gue ga bisa ye ngantor on-time. Kenapa berapa hari ini selalu ada aja yang reseh. Maunya Lo apa sih?" (Yes, g and Tuhan g emang sohib, that's how close we are, so don't judge this conversation)

Jawab Dia dengan simple: "The very fact that you're cranky over these small things is the very reason and the very thing that I want you to grow."

Saya: *jlebbbbbb!* *stokedshockedstabbedcramped*

Dan disanapun saya diingatkan (lagi), Tuhan gak tertarik mengubah keadaan, Dia lebih pengen mengubah gua. Hal-hal seperti ban bocor, macet, atau contoh-contoh lain seperti mobil mogok, hujan besar, macet karena tabrakan, dan sejuta hal kecil yang mengganggu lainnya pasti bakal datang dan akan datang di waktu yang tidak terduga. Tujuannya satu: untuk membuat kita tersenyum. Kenapa tersenyum? Yes, tersenyum karena tahu masih ada Dia yang mengijinkan hal itu terjadi untuk menumbuhkan kita. Dan tersenyum karena hal hal seperti itu sudah tidak punya kendali lagi terhadap mood kita. Semoga anda tersenyum setelah membaca tulisan singkat ini. (SINGKAT!??? Muke gileee lo singkat <--- my alter ego speaking) Atau paling tidak tersenyum ketika suatu hari hal-hal yg rese mendatangi anda dan anda pun teringat tulisan ini.



If a small thing has the power to make you angry, does that not indicate something about your size? ~Sydney J. Harris



Smile on, Shine on!
Rubs
(follow me on twitter @captainruby, I promise I won't be cranky =p)

No comments:

Post a Comment

Real Time Analytics